MENGENAL EMERGENCY THERMAL BLANKET
Pernahkah Anda mendaki dalam keadaan cuaca yang
ekstrim? Mau membuat bivak tetapi air hujan sudah terlanjur membasahi seluruh
tubuh? Lalu merasa menggigil kedinginan walaupun sudah memakai jaket tebal?
Hati-hati itu gejala hypotermia Bro! Jangan paksakan untuk berjalan dan
pastikan tubuh tetap kering dan hangat.
Cara mencegah Hipotermia ini sangat diperlukan
dalam kegiatan pendakian gunung. Mendaki gunung memang memerlukan kesiapan
fisik, mental, peralatan, pengetahuan dan perbekalan yang menunjang kegiatan
tersebut. Dan banyak musibah yang terjadi karena kekurangan hal – hal tersebut
di atas. Atau bisa juga karena minimnya pengetahuan tentang survival sehingga
hypotermia bisa melanda. Anda hanya perlu peralatan praktis dalam keadaan
seperti ini.
Emergency Survival Thermal Blanket adalah salah
satu alat pencegah terjadinya hypotermia di gunung. Bentuknya seperti lapisan
aluminium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh. Menurut kami ini
adalah salah satu perlengkapan wajib yang harus ada di dalam Emergency Kit /
Survival Kit / First Aid Kit / Family Emergency Kit Anda.
Fungsi dan Kegunaan Emergency Survival Thermal
Blanket diantaranya :
1.
Membantu dalam memelihara panas tubuh.
2. Mampu menahan 90% panas tubuh sehingga dapat digunakan
untuk mencegah dan memulihkan kondisi hypotermia.
3.
Tahan air dan tahan angin, memberikan perlindungan
darurat kompak dalam segala kondisi cuaca.
4. Dapat digunakan sebagai alat bantu Signalling karena
permukaannya sangat reflektif dan memantulkan cahaya matahari dengan sangat
baik.
5.
Dapat dipakai untuk membuat Trap Shelter atau Bivouac.
6. Berfungsi sebagai reflektor panas matahari, sehingga
dapat digunakan sebagai peneduh dalam kondisi terik.
7. Ringan dan dapat dilipat menjadi seukuran dompet
sehingga mudah dibawa dan diselipkan di ransel/carrier.
Sifat Thermal Blanket ini hampir seperti prinsip
termos; menahan suhu di dalam tetap stabil artinya kalau dipakai sebenarnya
prinsipnya menjaga panas tubuh kita tidak keluar lepas ke udara yang dapat
menyebabkan suhu tubuh turun mengikuti suhu udara atau lingkungan dimana dalam
kondisi ekstrim menyebabkan hypotermia.
Contoh kasus pentingnya Emergency Survival
Thermal Blanket
Pada saat Tsunami besar melanda Fukushima, Jepang
tanggal 11 maret 2011 lalu. Kondisi saat itu hujan deras. Warga Fukushima di
ungsikan ke titik aman namun tanpa sempat membawa pakaian ganti, dan mereka
semua basah. Cuaca saat itu sangat dingin. Apa yang di bagikan pertama kali
oleh Team Rescue? Tentu Emergency Survival Thermal Blanket untuk menghindarkan
korban jatuh akibat Hypothermia.
Contoh lain, korban tewas di gunung gunung
Indonesia ternyata mayoritas karena terserang Hypothermia, andai saja ada yang
membawa thermal blanket ini tentunya korban nyawa sia sia dapat dihindarkan.
Spesifikasi
Warna : Silver.
Ukuran : 210cmX130cm (ukuran besar)
Berat : 50g
Material : PET layer, Mylar coated
Ketebalan: 0.01197 = 11.97um
Ukuran : 210cmX130cm (ukuran besar)
Berat : 50g
Material : PET layer, Mylar coated
Ketebalan: 0.01197 = 11.97um
Komentar
Posting Komentar